Kamis, 01 Agustus 2013

Cerita Lama

Hai.
Aku punya cerita, ini tentang seorang gadis dan teman baiknya. Ya, ini adalah teman laki-lakinya. Mereka bertemu ketika duduk dibangku Smp. Dia baik, lucu, nyebelin, dewasa, tapi egois juga. Gadis ini tidak pernah habis pikir, temannya selalu tau apa yang ia rasakan. Dia tau ketika bahagia, berbohong, bahkan tangisan yang disembunyikan dari seluruh dunia. Dia juga tidak habis pikir laki-laki ini seolah tidak lelah menghadapi sikapnya. Manja, kekanak-kanakan, sok dewasa, nyolot bahkan ia pernah menjadikan sifat ini istimewa dimatanya. Tapi gadis ini tidak pernah betul-betul mengerti apa yang dipikirkan laki-laki ini. Terkadang mereka sangat dekat, tiba-tiba berhenti begitu saja. Terkadang ia lelah, tapi disisi lain ia juga menikmatinya. Siapa lagi yang mampu lakukan semuanya selain dia, yang mau mendengarkan cerita bahagianya, yang mampu mengerti walau tanpa kata-kata, yang mau menasehati layaknya seorang kakak, yang mau menghibur dikala sedih, mengusap air mata dipipinya, yang menggenggam tangannya seolah tak ingin kehilangan, yang membuatnya yakin jika semua akan indah pada waktunya, yang meyakinkan bahwa mereka akan bersama dan yang membuatnya belajar bahwa sebuah perasaan muncul tanpa adanya syarat. Laki-laki ini juga yang membuatnya meneteskan air mata. Tapi ia tidak pernah menyesal untuk detik, menit, jam, hari, bahkan tahun yang sudah ia lewatkan begitu saja. Untuk sekedar tau apa yang ada dipikiran laki-laki yang mampu membuatnya tegar bahwa sebuah perasaan tidak pernah menuntut sebuah syarat dan balasan.
Sekarang, ia tidak tau kemana kemana laki-laki itu. Hanya lembaran kertas percakapan dan kenangan mereka yang tersisa. Gadis ini berharap dapat bertemu kembali laki-laki ini, hanya sekedar ucapan Terima Kasih untuk waktu yang diluangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar