Senin, 12 Agustus 2013

#CeritaDariKamar saya : Boneka Usang Ditepi Ranjang

Gadis ini bingung. Ia tidak tau harus memulai dari mana? tidak ada untaian kata yang terlintas seperti biasanya. Tidak ada inspirasi yang tiba-tiba muncul walau hanya dari sebuah kata. Kosong, hampa. Apa hanya ini yang tersisa? 
Sudah larut tapi matanya tak bisa terpejam. Sang bunga tidur sudah menanti sejak lama, tapi ia masih belum terlelap.
Apa yang aneh dengan malam ini? tidak ada yang berubah. Kamar ini masih tetap seperti biasanya. Lemari, meja, lampu, rak menuju jendela dunia, bahkan peniti kecil masih pada tempatnya. Boneka kecil berwarna biru dengan hidung panjangnya masih ada ditepi ranjang. Boneka ini penuh dengan sejuta cerita. Gadis ini baru saja menyadarinya. Ia tersenyum dan meraih sikecil biru itu dari tempatnya. Maaf, aku tidak bermaksud melupakanmu. Ia kembali menempatkannya disisi bantal. Kau tau teman kecil? Kau begitu hebat dengan warna birumu yang sudah mulai usang. Setiap malam kau selalu setia duduk disisi bantal menungguku terlelap hanya untuk memastikan sang bunga tidur memberiku mimpi yang indah. Kau melakukanya sudah hampir 14 tahun. Aku masih ingat, waktu itu kau menjadi hadiah karena boneka beruangku yang hilang saat pertama kali aku membawanya kepasar. Sejak saat itu kau selalu setia menunggu ditepi ranjang. Jahitan kecil diperutmu masih terlihat jelas, bajumu sudah mulai lusuh termakan usia, bahkan kau membutuhkan bantal untuk sekedar bersandar menungguku kembali untuk terlelap. Waktu kecil, hidung panjangmu tak pernah lepas dari penglihatanku. Dulu hidungmu selalu ada digenggaman tangan mungil yang berlari kecil. Dibawa kemanapun ia berlari. Selalu dipeluk ketika hari mulai larut.
Malam ini gadis itu merindukannya, matanya mulai terasa berat. Ia menghepaskan tubuhnya diatas kasur, tepat disebelah boneka biru kesayangannya. Sekarang ia tidak pernah membawanya kemanapun ia berlari. Bukan berarti hidung panjang itu dilupakan, tapi ia tidak ingin hidung biru itu hilang karena ia meninggalkannya disembarang tempat. Ia pernah melalakukannya. Yang benar-benar ia butuhkan hanya boneka kecil itu memastikan bahwa sang bunga tidur memberinya mimpi indah untuk setiap malamnya. 

Sabtu, 10 Agustus 2013

From Felix Siauw

Bang Ustad Felix Siauw, maaf kalo beberapa postnya yang di twitt diboyong keblog ini. Tapi ini InsyaAllah untuk tujuan baik. Mungkin sudah banyak yang baca beberapa twitt ini di akunnya bang ustad, tapi nggak sedikit juga temen-temen lain yang belum baca. Udah gitu ini twittnya benar-benar bermanfaat. Menggambarkan betapa besar kecintaan seorang ayah pada putrinya. Biar nggak penasaran langsung aja deh :D 

Allah menganugerahkanku satu putri alila namanya, padanya cintaku penuh seperti ayah lainnya. Kudidik dia sepenuh ilmuku dan kuajarkan padanya tentang Tuhanku, kubimbing dia dalam berdoa, kubacakan padanya ilmu yang kutahu. Baginya asupan hanya yang baik dan kucukupkan hanya yang terbaik, rusan harta tak kupikir walau raga dipanggang matahari terik. Takkan kubiarkan ia menangis karena dunia, kulindungi dia dari kejamnya manusia. Pernah kusampaikan "disekolah bertemanlah dengan perempuan saja" , tidak perlu bermain dengan lelaki karena engkau wanita. Kupesankan saat hari pertama ia berseragam putih-merah, "laporkan ke gurumu bila ada lelaki mengganggu dan salah". Kusampaikan berapi-api "bila ia tetap mengganggu dan gurumu acuh, tidak mengapa biar nanti abi bakar dia punya rumah!"
Haha.. mungkin bagimu berlebih dan tak mengerti, tak mengapa.. engkau akan paham saat engkau jadi ayah seorang putri. Hanya menatap binar bening matanya saja, engkau akan korbankan apapun yang engkau punya. Celotehnya mendadak jadi syair tatkala bepergian, dan setiap bentakan padanya jadi selaksa penyesalan. Bagimu pelukannya bahkan lebih engkau rindu dari pelukan ibunya, bagimu genggam tangannya bercanda riang itulah uang muka surga dan bagimu yang paling engkau takutkan dan khawatirkan adalah saat engkau harus melepas dirinya dengan pernikahan. Ketika engkau harus menyerahkannya kepada lelaki selain dirimu, pertanyaan besarmu "apakah dia akan memuliakan putrimu sepertimu?". Maka sesaat setelah akad terucap hakmu atasnya hilang, maka bahagia bagimu tinggal apa yang engkau kenang. Dia tetap putrimu namun bukan milikmu lagi, dia bukan lagi putri namun juga istri. Sekarang engkau mengerti mengapa ayah terbata mengeja akad nikah, menangis tertahan ketika semua serah terimamu menjadi sah. Sekarang akupun memahami mengapa baginda Rasulullah menjadikan ayah seorang putri menjadi wali nikah. Akupun mengerti mengapa tatkala lelaki menyukai wanita, maka yang pantas didatangi bukanlah wanitanya namun ayahnya. Ayahnya yang menghidupi, membimbing, mengajari, melindungi. Maka, dialah yang pantas menilai kepantasan calon suami. ayah yang memiliki hak bertanya, "apakah anak ini bisa menggantikanku memuliakan dan menghormati putriku sebagaimana aku?". Mohon dengarkan putriku, sungguh ayahmu lebih tahu. Bagimu ini adalah lembar baru kehidupanmu, bagiku kehidupan sampai lembar ini masih bagimu. Maka abi harus memastikan dirinya buatmu terhormat, imannya jadi jaminannya dan akhlaknya jadi penguat. Takkan pernah abi biarkan lelaki mendekatimu, yang tak punya nyali dan keyakinan mendekatiku. Hanya lelaki yang bisa menjaga kehormatannya, dia yang bisa menghormati dirimu buatmu mulia. Abi dianugerahi Allah amanah dan itu adalah engkau, takkan abi sia-siakan, takkan abi lalaikan, karena abi menyayangimu dan bila saat itu pasti menghampiri, abi berdoa itu lelaki semisal Nabi.



Kamis, 01 Agustus 2013

Cerita Lama

Hai.
Aku punya cerita, ini tentang seorang gadis dan teman baiknya. Ya, ini adalah teman laki-lakinya. Mereka bertemu ketika duduk dibangku Smp. Dia baik, lucu, nyebelin, dewasa, tapi egois juga. Gadis ini tidak pernah habis pikir, temannya selalu tau apa yang ia rasakan. Dia tau ketika bahagia, berbohong, bahkan tangisan yang disembunyikan dari seluruh dunia. Dia juga tidak habis pikir laki-laki ini seolah tidak lelah menghadapi sikapnya. Manja, kekanak-kanakan, sok dewasa, nyolot bahkan ia pernah menjadikan sifat ini istimewa dimatanya. Tapi gadis ini tidak pernah betul-betul mengerti apa yang dipikirkan laki-laki ini. Terkadang mereka sangat dekat, tiba-tiba berhenti begitu saja. Terkadang ia lelah, tapi disisi lain ia juga menikmatinya. Siapa lagi yang mampu lakukan semuanya selain dia, yang mau mendengarkan cerita bahagianya, yang mampu mengerti walau tanpa kata-kata, yang mau menasehati layaknya seorang kakak, yang mau menghibur dikala sedih, mengusap air mata dipipinya, yang menggenggam tangannya seolah tak ingin kehilangan, yang membuatnya yakin jika semua akan indah pada waktunya, yang meyakinkan bahwa mereka akan bersama dan yang membuatnya belajar bahwa sebuah perasaan muncul tanpa adanya syarat. Laki-laki ini juga yang membuatnya meneteskan air mata. Tapi ia tidak pernah menyesal untuk detik, menit, jam, hari, bahkan tahun yang sudah ia lewatkan begitu saja. Untuk sekedar tau apa yang ada dipikiran laki-laki yang mampu membuatnya tegar bahwa sebuah perasaan tidak pernah menuntut sebuah syarat dan balasan.
Sekarang, ia tidak tau kemana kemana laki-laki itu. Hanya lembaran kertas percakapan dan kenangan mereka yang tersisa. Gadis ini berharap dapat bertemu kembali laki-laki ini, hanya sekedar ucapan Terima Kasih untuk waktu yang diluangkan.

Tanpa Judul

Ini pelajaran baru. lebih tepatnya sih bukan pelajaran baru, tapi ini baru dipelajari. Nggak gampang juga buat pelajarinnya. Suetengah muati cuy belajarnya. Ini nggak didapat dari sekolah, bukan dari tempat les juga. Tapi kehidupan yang ngajarin kita. Kadang banyak orang yang kalo putus sama pacar lah, gebetan di tikung temenlah, inilah itulah berasa kayak idup mau berhenti aja. Nggak segitunya juga sih, idup masih panjang trus kita masih muda, yang kawin aja bisa cerai. Bukannya ngatain sih atau mau minta juga, tapi ini realita kehidupan. Kita harus belajar, mereka yang datang trus jadi spesial buat kita nggak selamanya ada disamping kita. Ada waktu dimana mereka akan pergi. Kita bisa aja punya rencana, tapi Tuhan juga punya rencana. Tuhan perencana terbaik, itu nggak bisa kita pungkiri. Tuhan tau semua yang terbaik buat hambanya dan Tuhan juga tau kapan waktu terbaik buat kita miliki rencana itu. Kalau Tuhan nguji kita, itu bukan buat ngancurin, ketika Tuhan pengen apa yang kita miliki pergi, itu perintah. Iya, perintah buat kosongin tangan kita untuk hadiah yang lebih besar. Kita beruntung kalo bisa dapatin sesuatu sesuai rencana kita, tapi kita lebih beruntung kalo sesuatu itu datang bukan karena rencana kita. Karena itu adalah rencana Tuhan. Kalo abis ditinggal teman, ditinggal gebetan sampe bahkan ditinggal pacar nggak harus ngerasa kalo cuma kita doang yang ada didunia, nggak harus kesepian. Itu bagian dari rencana Tuhan, tau nggak kenapa Tuhan kirim mereka buat pergi? Karena Tuhan pengen berdua dengan makhluk kecilnya dan ingin jadi penopang saat semua orang ngejauh. Tuhan pengen denger kita curhat walaupun Tuhan udah tau isi curhatnya apa. Jangan sampe karena cuma masalah kecil idup berasa mau berakhir, bikin malu diri kita dihadapan Tuhan aja. Buktikan bahwa saya adalah makhluk kecil Tuhan yang punya 1.000.000.000 kekurangan tapi saya masih punya sedikit kelebihan yaitu Sabar, Ikhlas, Syukur, dan Semangat untuk jalani detik kehidupan yang Tuhan saya berikan. Itu kuncinya dan Tuhan akan selalu ada untuk hambanya.

Minggu, 12 Mei 2013

REFRAIN

REFRAIN, novel laris karya Winna Effendi ini akan diangkat kelayar lebar yang digalang Fajar Nugros dan dibintangi Maudy Ayunda (Niki) dan Afgan Syah Reza. Kayaknya film ini bakal booming kayak film-film sebelumnya yang diadaptasi dari novel. Apalagi pemeran utamanya Maudy sama Afgan (Nata). Biar nggak terlalu penasaran, ini nih resensi novelnya ;) 

Nata dan Niki adalah dua orang sahabat yang selalu bersama-sama menatap bintang di atas trampolin dan itu hampir menjadi rutinitas. Setiap Niki bertanya tentang siapa yang lebih dulu jatuh cinta di antara mereka berdua, Nata selalu menjawab "kamu". Di sekolah Niki dan Nata mempunyai sahabat yang bernama Annalise (Anna) pindahan dari New York. Anna merupakan anak tunggal dari model terkenal Vidia Rossa. Mereka bertiga menjadi sahabat erat. ternyata Anna menaruh rasa sayang pada Nata. Di sisi lain Nata pun merasakan ada yang berubah dari diri Niki. Suatu hari Niki diajak berkenalan oleh kapten basket lawan SMAnya. Oliver, anak  terkenal dari SMA Pelita. Nikipun menjadi gugup ketika suatu hari Oliver mengajarnya jalan-jalan dan menyatakan rasa cintanya pada Niki. Seketika itu Niki merasa betapa senangnya memunyai pacar dan langsung menceritakan kepada Nata dan Anna. Nata terkejut dan mengatakan Oliver tidak pantas menjadi pacar Niki. Nata berkata dalam hatinya bahwa dia yang lebih dulu jatuh cinta. 
Anna mengajak Nata dan Niki ke rumahnya untuk memilih koleksi-koleksi fotonya. Niki memukan kumpulan foto-foto Nata secara diam-diam disimpan oleh Anna. Nata memberanikan diri bertanya tentang foto itu. Anna pun mengatakan bahwa dia sayang kepada Nata. Anna lalu cepat mengatakan bahwa tidak perlu ada jawaban karna dia sudah tau jawabannya. Nata langsung lega dan mengatakan bahwa baru kali itu ada cewek yang langsung mengatakan perasaanya ke dia. Suatu hari Niki masuk ke kamar Nata dan secara tidak sengaja membaca lagu ciptaan Nata, tapi hal yang membuatnya lemas ketika ia membaca tulisan tentang perasaan Nata kepadanya. Nata mengetahuinya dan Niki ingin meninggalkan ruang itu, tapi Nata menahan dan meraih tangannya dan berkata dengan suara rendah "gue sayang lo, Nik". Niki tidak menjawab dan langsung pergi. Saat itu Nata merasa dia sudah kehilangan sesuatu yang penting dalam hidupnya. Persahabatan Nata dan Niki menjadi renggang. 
Suatu ketika pulang sekolah Nata berusaha mendekati Niki, ingin mengatakan sesuatu tentang perasaanya dan Nata juga mengatakan bahwa ia tidak ingin merusak persahabatannya apalagi hubungan Niki dengan Oliver. Nata hanya ingin Niki tidak menjauh darinya. Niki akhirnya berani berkata bahwa dia tetap menganggap Nata  sebagai sahabat dan minta maaf kalau ia tidak menerima perasaan Nata. Kadang Niki merasa Kangen kepada Anna dan Nata, ia hanya bisa mengintip dari rumahnya ketika Nata bercanda dengan Anna di trampolin. tempat khusus dirinya bersama Nata.
SMA Pelita akan mengadakan pesta, Niki akan menjadi pasangan Oliver. Namun, Niki merasa terkejut ketika melihat Oliver berpasangan dengan Helena. Helena sudah merencanakan semua itu karena merasa iri pada Niki. Helena berhasil menipu Oliver dengan mengatakan akan mempertemukannya dengan Shasa. Oliver sebenarnya tega melakukan itu karena sangat mencintai Shasa. Niki terkaget ketika Nata mengajaknya pulang dari pesta itu. Sahabatnya datang menyelamatkannya. Nata datang tanpa sepengetahuan Niki dan diberitahu oleh Oliver bahwa ia harus menjemput Niki. Oliver sebenarnya tidak tega melakukan itu. Akhirnya mereka memutuskan mengobrol di trampolin dan kembali berbaikan. 
Kelulusan akan segera tiba. Anna memutuskan untuk kuliah, sementara Niki masih bingung. Nata tidak sanggup meninggalkan Niki, padahal ia sudah diterima sekolah di luar negeri. Danny tahu apa yang terjadi pada adiknya. Ia pun menasehati agar Nata mau sekolah dan tidak perlu khawatir terhadap Niki. Malamnya Nata dan Niki memutuskan menghabiskan malam di atas trampolin sambil mengingat masa-masa kecilnya dulu hingga mereka tertidur di atas trampolin. Setelah terbangun, mereka memperhatikan dua planet bersinar pagi itu, berdekatan seperti dua sahabat. Akhirnya perpisahan itu terjadi, Nata akan pergi untuk waktu yang lama. Nata mengecup kening Niki dengan lembut, membekaskan seluruh rasa cinta pada gadis itu. Mereka berdua menangis dan Nata berkata dalam hati, " Gue akan segera pulang dan, saat itu, gue gak akan melepaskan lo lagi" 
Setelah hampir 5 tahun Nata dan Niki berpisah. Sampai suatu hari Nata pulang dan memutuskan untuk mampir kesekolah lamanya. Teriakan seorang guru perempuan membuat Nata ingin mencari asal suara itu. Hati Nada berdesis, terpaku dan tidak mampu bergerak ketika menemukan asal suara itu. Mereka berdua saling menatap, perempuan itu seperti ingin berseru, tapi justru hanya berbisik. Tidak ada yang berubah. Mereka masih saling memiliki, dulu, sekarang dan selamanya. 

Rabu, 28 November 2012


Wanita adalah ciptaan terindah yang akan selalu hadir dalam setiap hembusan nafasmu

Dalam setiap butir embun dipagi hari

Dan wanita ...

Ia seperti matahari

Kamu akan lihat pantulan sinarnya di embun pagi yang akan menandai baik dan buruknya kamu dihari ini.

Baik buruk nya kamu di dunia ini.



Seperti sebuah embun dia akan memudar seiring datang nya siang

Seirin angin dan daun hijau yang mebawanya jatuh ke tanah

Tapi, biarpun ia hilang kamu akan melihat lagi embun itu esok pagi dan seterusnya

Dia akan mencintaimu seterusnya bila kamu mencintai nya untuk seterusnya.. Untuk seterusnya 



-5 cm -


Kamis, 27 September 2012

1 Kata Yaitu KAMU

Hei kamu yang di sana..

Kamu yang selalu ingetin jangan jadi anak manja, tapi saya nggak pernah bisa berubah.

Hei kamu temen baik yang  ingetin saya biar nggak jadi anak cengeng terus

Kamu juga yang sering nasehatin saya kalo saya salah.


Hei kamu..

Yang selalu sabar kalo saya suka marah-marah sendiri nggak  jelas

Nggak  jera juga tiap kali saya cuekin.


Hei kamu, yang tahan banting kalo dengerin cerita bahagia saya tapi nyakit dikamu.


Hei kamu, yang kadang iseng kadang  jengkelin. Suka bikin orang marah, suka bikin orang  jengkel tiba-tiba.


Hei kamu yang suka hal romantis yang bisa bikin saya nggak tau harus  terbang kemana.

Hei kamu yang udah belain saya didepan temen-teman kamu karna kesalahan saya dan kamu kena imbasnya.

Hei kamuyang nggak mau orang-orang yang kamu sayang di sakitin.


Hei kamu

Semua tentang kamu, kamu dan teman-teman kamu, kamu dan saya dan semua hal yang hadir dari kamu bisa buat saya tersenyum, tertawa, jengkel, atau bahkan saya menangis.

Bahkan kamu bisa buat saya merasa kalo kamu sangat “Special” dan kadang saya merasa kalo kamu “Nothing”